Tender Rehabilitasi Irigasi Ujung Gurap Rp2 Miliar, Dua Perusahaan Masukkan Penawaran
Tender Rehabilitasi Irigasi Ujung Gurap Rp2 Miliar, Dua Perusahaan Masukkan Penawaran
www.serindo.my.id, PADANGSIDIMPUAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air mulai melaksanakan proses tender proyek rehabilitasi dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Ujung Gurap/Batu Nadua, Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan. Proyek senilai sekitar Rp2 miliar tersebut diharapkan dapat mengatasi kerusakan jaringan irigasi yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan petani setempat.
Proyek rehabilitasi DI Ujung Gurap telah lama dinantikan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menghadapi persoalan kekurangan pasokan air untuk lahan pertanian. Kondisi tersebut disebut berdampak terhadap produktivitas pertanian, termasuk terjadinya kekeringan dan gagal panen.
Jaringan irigasi yang bersumber dari Sungai Batang Ayumi diketahui mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) pada tahun sebelumnya. Kerusakan tersebut membuat fungsi jaringan irigasi tidak berjalan optimal.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air kemudian mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan DI Ujung Gurap/Batu Nadua.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah, proses tender proyek tersebut telah memasuki tahapan penawaran. Dari 15 perusahaan yang terdaftar dalam proses tender, dua perusahaan tercatat telah memasukkan penawaran.
Kedua perusahaan tersebut yakni CV Nasomariadi dengan nilai penawaran sekitar Rp1,67 miliar dan CV Kamadie Konstruksi dengan nilai penawaran sekitar Rp1,97 miliar.
Selanjutnya, proses pemilihan penyedia akan mengikuti tahapan evaluasi sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah sebelum ditetapkan sebagai pemenang tender.
Adapun lingkup pekerjaan rehabilitasi DI Ujung Gurap mencakup sejumlah pekerjaan teknis. Di antaranya pembukaan jalan akses bagi alat berat, stake out bangunan, pengujian daya dukung tanah menggunakan sondir, pekerjaan bangunan intake dan penguras bendung, serta pekerjaan pasangan beton pada dinding dan lantai.
Selain itu, pekerjaan juga mencakup pembangunan atau perbaikan pintu dan saluran, penggantian pintu, serta pekerjaan saluran primer.
Dengan nilai proyek sekitar Rp2 miliar, pelaksanaan pekerjaan tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama petani yang selama bertahun-tahun menunggu perbaikan jaringan irigasi. Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek juga penting dilakukan agar pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, volume, mutu, waktu pelaksanaan, serta nilai kontrak yang nantinya ditetapkan.
Masyarakat berharap rehabilitasi DI Ujung Gurap tidak berhenti pada proses tender, tetapi benar-benar menghasilkan jaringan irigasi yang berfungsi optimal dan mampu mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian di Kecamatan Padangsidimpuan Batu Nadua.
Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan memastikan seluruh tahapan pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan berjalan transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Catatan: Informasi mengenai nilai anggaran, jumlah peserta tender, perusahaan yang memasukkan penawaran, serta nilai penawaran perlu disesuaikan kembali dengan data terbaru pada sistem LPSE sebelum berita diterbitkan agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemberitaan.
(Salim Siregar)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles